Konsultan Pajak Pancoran Ulasan Lengkap Pajak Penghasilan: Jenis-jenis Pph, Objek, Subjek, Tarif Dan Model

Ada bermacam-macam jenis Pajak Penghasilan (PPh) tergantung dari objek & subjek yang dikenakan. Klikpajak by Mekari akan mengulas pajak penghasilan secara lengkap, mulai berdasarkan apa itu PPh, jenis-jenis PPh, objek PPh, subjek PPh, tarif PPh sampai model perhitungan PPh.

Ingin mengetahui lebih mendalam tentang Pajak penghasilan atau apa itu PPh, & apa saja jenis-jenis PPh, lalu yang termasuk dalam subjek PPh, sampai berapa besartarif PPh, objek pajak penghasilan adalah, temukan jawabannya dalam uraian secara komprehensif mengenai pajak yang dikenakan atas penghasilan yg diperoleh harus pajak ini.

Sobat Klikpajak akan dipandu mengenai pemahaman pajak penghasilan ini dari dasarnya, yakni pengertian & jenis pajak penghasilan yang ada hingga contoh perhitungan PPh yg bisa dijadikan panduan buat menghitunganya.

Sehingga diperlukan dapat membantu Sobat Klikpajak lebih tahu pajak penghasilan dan batas ketika pembayaran dan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan/Masa PPh.

Seperti kita tahu, terdapat beberapa jenis PPh yang pembuatan bukti potong dan pelaporan SPT pajaknya wajibdilakukan melalui fitur e-Bupot Unifikasi.

Apa saja jenis PPh yang bukti pangkas & SPT-nya dibuat melalui eBupot Unifikasi? Terus simak penjelasan berdasarkan Klikpajak.id tentang masing-masing pajak penghasilan pada bawah ini.Apa itu PPh, Jenis PPh, Subjek PPh & Objek Pajak Penghasilan merupakan?

a. Apa itu PPh atau Pajak Penghasilan?

Definisi Pajak Penghasilan atau PPh adalah pajak yang dibebankan atas suatu penghasilan yg diperoleh wajibpajak, baik yang asal menurut Indonesia maupun dari luar negeri.

Dasar aturan PPh merupakan Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. UU ini mengalami empat kali perubahan, yakni:Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1991 mengenai Perubahan Atas UU No.7/1983 tentang Pajak PenghasilanUndang-Undang Nomor 10 Tahun 1994 tentang Perubahan Kedua UU No.7/1983 mengenai Pajak PenghasilanUndang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 mengenai Perubahan Ketiga UU No.7/1983 mengenai Pajak PenghasilanUndang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat UU No.7/1983 mengenai Pajak Penghasilan.

Selain itu, pengaturan terbaru mengenai pajak penghasilan pula dalam UU Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020 & melalui UU HPP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.b. Kategori Pajak Penghasilan

Pajak penghasilan dibedakan menjadi beberapa kategori yakni:PPh yg dikenakan dalam wajibpajak orang Konsultan Pajak Jakarta Selatan langsung, yg terbagi atas pegawai serta bukan pegawai juga pengusahaPPh yg dibebankan atas penghasilan wajibpajak badan atau perusahaan, sampai objek yang dikenakan PPh itu sendiri

Ilustrasi penghasilan yg jadi objek Pajak Penghasilan

Baca Juga : Cara Praktis Bayar Pajak Online di e-BillingApa Saja Objek Pajak Penghasilan

Secara garis akbar, objek pajak penghasilan di sini dikelompokkan menjadi 3 kategori, yang akan mengarah dalam jenis-jenis PPh yg menjadi kewajiban harus pajak, yakni:

a. Penghasilan menjadi Objek Pajak

Objek PPh pada UU PPh dirincikan sebagai berikut:

1. Penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang industri, atau imbalan pada bentuk lainnya, kecuali ditentukan lain pada undang-undang ini

dua. Hadiah dari undian atau pekerjaan atau aktivitas, dan penghargaan

4. Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta termasuk:Keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan, persekutuan, & badan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan kapitalKeuntungan lantaran pengalihan harta kepada pemegang saham, sekutu, atau anggota yg diperoleh perseroan, komplotan, & badan lainnyaKeuntungan karena likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran, pemecahan, pengambilalihan bisnis, atau reorganisasi menggunakan nama dan dalam bentuk apa punKeuntungan lantaran pengalihan harta berupa bantuan gratis, donasi, atau sumbangan, kecuali yg diberikan kepada famili sedarah pada garis keturunan lurus satu derajat & badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial termasuk industri, koperasi, atau orang langsung yang menjalankan usaha mikro & mini, yg ketentuannya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Keuangan, sepanjang nir terdapat hubungan dengan bisnis, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan pada antara pihak-pihak yang bersangkutanKeuntungan karena penjualan atau pengalihan sebagian atau semua hak penambangan, tanda turut serta dalam pembiayaan, atau permodalan dalam perusahaan pertambangan

lima. Penerimaan kembali pembayaran pajak yg sudah dibebankan sebagai biaya& pembayaran tambahan pengembalian pajak

6. Bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan lantaran agunan pengembalian utang

7. Dividen, menggunakan nama dan pada bentuk apapun, termasuk dividen berdasarkan perusahaan iuran pertanggungan kepada pemegang polis, dan pembagian residu output bisnis koperasi

8. Royalti atau imbalan atas penggunaan hak

9. Sewa & penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta

10. Penerimaan atau perolehan pembayaran terpola

11. Keuntungan karena pembebasan utang, kecuali sampai dengan jumlah tertentu yg ditetapkan menggunakan Peraturan Pemerintah

12. Keuntungan selisih kurs mata uang asing

13. Selisih lebih lantaran evaluasi pulang aktiva

15. Iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari Wajib Pajak yang menjalankan bisnis atau pekerjaan bebas;

16. Tambahan kekayaan neto yang asal berdasarkan penghasilan yg belum dikenakan pajak

17. Penghasilan berdasarkan usaha berbasis industri

18. Imbalan bunga sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang yang mengatur mengenai ketentuan generik & tata cara perpajakan

19. Surplus Bank Indonesia.

Buat Faktur Pajak & lapor SPT Masa PPN tanpa install aplikasi hanya pada e-Faktur Klikpajak by Mekari. Coba kini!b. Penghasilan yg Dikenakan PPh Final

Sedangkan penghasilan yg bisa dikenakan pajak penghasilan bersifat final adalah:Penghasilan berupa bunga deposito dan tabungan lainnya, bunga obligasi dan surat utang negara, & bunga simpanan yang dibayarkan sang koperasi kepada anggota koperasi orang pribadiPenghasilan berupa bantuan gratis undianPenghasilan menurut transaksi saham dan sekuritas lainnya, transaksi industri yang diperdagangkan di bursa, & transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal dalam perusahaan pasangannya yang diterima sang perusahaan modal venturaPenghasilan berdasarkan transaksi pengalihan harta berupa tanah &/atau bangunan, bisnis jasa konstruksi, bisnis real estate, & persewaan tanah dan/atau bangunanPenghasilan tertentu lainnya yang diatur menggunakan atau dari Peraturan Pemerintah.

Subjek pajak penghasilan adalah setiap rakyat wajibpajakSiapa Saja Subjek Pajak Penghasilan

Subjek PPh merupakan orang atau pihak yang bertanggungjawab atas pajak penghasilan yg diterima atau diperoleh dalam tahun pajak maupun bagian tahun pajak.

Subjek pajak penghasilan merupakan orang yang harus membayar pajak penghasilan dan diklaim sebagai Wajib Pajak (WP).

Status menjadi WP ini ditetapkan dengan cara yg bersangkutan mendaftarkan diri terlebih dahulu ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) buat memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Pendaftaran diri menjadi WP dilakukan pada KPP tadi wajibsesuai menggunakan daerah domisili yg bersangkutan.Jenis Subjek PPh

Merujuk pada UU PPh, subjek pajak penghasilan terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:

1. Subjek PPh Orang Pribadi

Wajib Pajak Orang eksklusif merupakan subjek pajak penghasilan bagi yg mencakup orang langsung yg berdomisili atau berada di Indonesia maupun di luar Indonesia.

Subjek PPh Orang Pribadi (OP) ini terdiri terdiri dari:

a. Subjek PPh OP Dalam Negeri

Subjek PPh OP Dalam Negeri ini berlaku bagi yg telah menerima atau memperoleh penghasilan yg besarnya melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Penghasilan Tidak Kena Pajak

Besar PTKP yg ditetapkan sebanyak:Rp15.84.000 buat diri wajibpajak orang pribadiRp1.320.000 tambahan buat wajibpajak yg kawinRp15.840.000 tambahan untuk seorang istri yg penghasilannya digabung dengan penghasilan suami sebagaimana dimaksud dalam 8 ayat (1)Rp1.320.000 tambahan buat setiap anggota famili sedarah & keluarga semenda pada garis keturunan lurus serta anak angkat, yg sebagai tanggungan sepenuhnya, paling banyak tiga orang buat setiap famili

b. Subjek PPh OP Luar Negeri

Subjek PPh OP Luar Negeri ini berlaku bagi yg mendapat atau memperoleh penghasilan yg bersumber dari Indonesia juga melalui bentuk bisnis permanen di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *