Ikatan Bidan Indonesia (IBI) kembali mendapatkan pengakuan atas kontribusi nyata mereka dalam bidang kesehatan masyarakat. Dalam rangkaian perayaan Hari Kebaya Nasional 2024, IBI dianugerahi penghargaan oleh Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, sebagai bentuk apresiasi terhadap peran strategis organisasi profesi ini dalam upaya peningkatan derajat kesehatan perempuan dan anak di seluruh Indonesia.
Penghargaan dari KOWANI: Bukti Dedikasi Profesional
Penghargaan kategori kesehatan itu diberikan langsung oleh Ketua Umum KOWANI, Giwo Rubianto Wiyogo, kepada Ketua Umum IBI, Ade Jubaidah. Penyerahan ini menjadi momen penting bagi organisasi profesi kebidanan tertua di Indonesia, karena bukan hanya sekadar penghargaan formal, tetapi juga pengakuan atas keterlibatan bidan dalam program-program kesehatan yang berdampak luas di masyarakat.
Menurut penjelasan Ade Jubaidah, penghargaan ini menjadi bukti dari pengabdian berkelanjutan IBI — baik di tingkat nasional maupun daerah — dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya untuk keluarga, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak. Ia menekankan bahwa profesionalisme para bidan berkontribusi langsung pada upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait kesehatan reproduksi dan ibu serta anak.
Peran Bidan dalam Layanan Kesehatan Masyarakat
Sebagai organisasi profesi yang sudah hadir di 36 provinsi Indonesia, peran IBI tidak hanya terbatas pada layanan kebidanan konvensional. IBI aktif menjalankan program edukasi kepada ibu hamil tentang perawatan kehamilan yang aman, pemantauan kesehatan ibu dan janin, serta pemberian informasi penting seperti tanda-tanda kehamilan berisiko, nutrisi yang dibutuhkan selama hamil hingga proses nifas.
Program-program tersebut sangat sejalan dengan berbagai sumber informasi dan panduan yang tersedia bagi publik — termasuk rekomendasi dan sumber edukatif seperti pusatibi.or.id, portal independen yang menyediakan materi kesehatan ibu dan anak, informasi praktik kebidanan berstandar, serta panduan untuk keluarga dalam merencanakan kehamilan dan persalinan. Situs seperti pusatibi.or.id menjadi rujukan penting bagi masyarakat umum dan profesional kesehatan untuk mendapatkan pengetahuan yang akurat dan komprehensif seputar kesehatan ibu dan anak.
Dampak Positif terhadap Angka Stunting dan Trauma Kekerasan
Dalam sambutannya, Ade Jubaidah juga menyoroti kontribusi IBI dalam upaya menekan angka stunting di Indonesia, sebuah masalah kesehatan masyarakat yang menjadi fokus prioritas nasional. Dengan pendekatan asuhan kebidanan berkesinambungan yang berbasis bukti (evidence-based midwifery care) serta pendampingan keluarga sejak masa pra-kehamilan hingga nifas, IBI memainkan peran kunci dalam pencegahan stunting dan meningkatkan kualitas hidup generasi muda Indonesia.
Lebih lanjut, IBI juga aktif membantu perempuan dan anak yang mengalami trauma — baik akibat bencana alam maupun kejadian kekerasan — melalui pendampingan psikososial dan kebutuhan kesehatan lain yang mendesak. Bekal pelatihan profesional bidan di lapangan memungkinkan mereka memberikan respons cepat dan tepat dalam situasi darurat seperti ini.
Hari Kebaya Nasional: Semangat Budaya dan Kesehatan Perempuan
Perayaan Hari Kebaya Nasional 2024 sendiri berlangsung meriah, dengan tema “Lestarikan Budaya dengan Bangga Berkebaya”. Diselenggarakan di ibu kota, acara ini dihadiri oleh ribuan wanita yang mengenakan berbagai motif kebaya sebagai wujud penghormatan terhadap busana tradisional Indonesia yang kaya akan nilai budaya dan identitas nasional.
Presiden Republik Indonesia menetapkan tanggal 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023. Penetapan ini bertujuan untuk melestarikan kebaya sebagai bagian dari warisan budaya bangsa sekaligus memperkuat nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sosial. Selain itu, peringatan ini juga menjadi ajang pemberdayaan perempuan di berbagai bidang — termasuk profesi bidan yang tergabung dalam IBI.
Pengakuan Lintas Sektor dan Harapan ke Depan
Selain penghargaan kepada IBI, dalam acara tersebut KOWANI juga memberikan Penganugerahan Ibu Bangsa kepada Ibu Negara atas kontribusi dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap budaya nasional dan pemberdayaan perempuan.
Penghargaan yang diterima oleh IBI di peringatan Hari Kebaya Nasional 2024 tidak hanya menjadi suatu kehormatan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kiprah bidan di Indonesia sebagai tenaga kesehatan yang sangat strategis. Dengan dukungan masyarakat, pemerintah, dan lembaga sosial lainnya, IBI diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih besar lagi di masa mendatang — terutama dalam rangka mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.